Penulis : Syahlan Rangga
MasyaaAllah, alhamdulillah, tahniah diucapkan kepada Tim Guru bersama para siswa Kelas I, II, & III SDIT Insantama Pangkalpinang yang telah melaksanakan salah satu kegiatan rutin semesteran untuk ke sekian kalinya, yakni Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT). Entah mengapa, MABIT selalu memiliki daya Tarik yang kuat sehingga menjadi sebuah momen yang sangat dinanti oleh para siswa. Selain itu, MABIT kali ini begitu spesial karena dilaksanakan bertepatan dengan bulan yang penuh berkah dan ampunan, yakni bulan suci Ramadhan.
Meski sedang berpuasa, para siswa tetap bersemangat untuk mengikuti kegiatan MABIT. Perlu diingat, mereka masih berada di rentang usia 6-9 tahun yang masih belajar dan latihan berpuasa Ramadhan, jadi sebagian dari mereka yang belum berpuasan penuh. Para siswa berdatangan ke sekolah diantar oleh orang tua/ wali masing-masing.
Acara pembukaan dimulai menjelang pelaksanaan sholat Ashar. Setelah acara dibuka oleh Pak Yahya, para siswa langsung diajak untuk sholat Ashar berjama’ah dan dilanjutkan dengan muroja’ah hafalan surat pendek bersama Pak Muslimin. Selanjutnya, para siswa diajak untuk bermain games “Futuhat”. Mereka diajarkan untuk membuat tembakan mainan dengan memanfaatkan “alat tembak” karet dan “peluru” kertas.
Dalam games tersebut, para siswa dijelaskan tentang filosofi atau alasan mengapa permainan tersebut dilakukan oleh Pak Dhonna Frilano. “Setiap amal, haruslah ada ilmunya, dan setiap ilmu Antum harus sertai dengan adab dan akhlak yang Islam ajarkan. Termasuk futuhat ini, Islam mengajarkan kita untuk melakukan futuhat atau pembebasan bumi Allah agar Islam menjadi rahmatan lil ‘alamin”, jelas Pak Dhonna dengan penuh semangat. Alhamdulillah permainan pun berlangsung dengan keseriusan dan canda tawa dari para siswa yang menghadirkan suasana yang semakin meraih dan hangat.
Tidak hanya itu, para siswa pun dibuat semakin bersemangat ketika diajak membagikan makanan takjil puasa kepada warga atau tetangga sekitar sekolah. Para siswa senang dan mudah-mudahan menjadi keberkahan dan pengalaman yang membekas agar mereka senang bersedekah apalagi di bulan Ramadhan yang di dalamnya kebaikan dilipatgandakan lebih dari bulan-bulan lainnya. Sebelum berangkat membagikan makanan takjil tersebut, para siswa diingatkan tentang adab dalam berbagi/sedekah, yaitu dengan tetap menyapa orang lain dengan ramah khususnya kepada orangtua, tidak bermain di jalanan dan yang tidak kalah penting adalah harus diniatkan karena Allah SWT.
Setelahnya, para siswa diajak ke halaman sekolah yang di sana sudah terbentang alas untuk duduk. Mereka istirahat sejenak sebelum mendengarkan ceramah sebelum berbuka puasa oleh Pak Dhonna Frilano. Dalam ceramahnya, Pak Dhonna menceritakan tentang sirah Nabi Muhammad SAW ketika mendapatkan perintah berpuasa wajib di bulan Ramadhan, sedikit kisah Nuzulul Quran, dan tentang Lailatul Qadar yang merupakan peristiwa-peristiwa penting saat berada di bulan Ramadhan untuk diketahui dan diperjuangkan.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar…”
Adzan Maghrib berkumandang dari masjid terdekat tanda berbuka puasa bagi seluruh umat muslim, termasuk para guru dan siswa peserta MABIT. “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Bismillahi arrahman arrahim.”, ucap para guru dan siswa diikuti para siswa dan mereka pun menyegerakan berbuka dengan 3 kali tegukan air minum. Dilanjutkan dengan membaca do’a berbuka puasa dan do’a sebelum makan secara bersama-sama.
“Berbuka kali ini seru, Pak. Bareng teman-teman. Ana seneng, Pak”, ucap Dzakira salah satu siswa kelas 3 SDIT Insantama Pangkalpinang. Para siswa berbuka dengan makanan ringan dan minum secukupnya, lalu dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjama’ah. Setelah itu, para siswa menyantap makan malam bersama para guru.
Usai makan bersama, tak lama berselang adzan sholat Isya pun berkumandang. Para siswa bergegas bersiap untuk sholat berjama’ah. Tak lengkap Rasanya ibadah di malam bulan Ramadhan jika tidak melaksanakan salah satu ibadah sunnah yang penuh dengan keberkahan, yaitu sholat Tarawih dan Witir.
“Shollu sunnatat-tarawihi rak’ataini jami’atan rahimakumullah”, terdengar suara dari Pak Muslimin yang bertugas sebagai Bilal. Sholat tarawih dan witir diimami oleh Pak Nukman.
Usai melaksanakan rangkaian ibadah bersama, para siswa diajak bermain kembang api. Alhamdulillah para siswa begitu menikmati bermain kembang api bersama para guru dan teman-temannya. Bahkan, ada salah satu siswa yang menyampaikan bahwa itu merupakan pengalaman perdana bermain kembang api secara mandiri. “Ana seneng, Pak. Ana baru pertama kali pegang dan mainin kembang api, soalnya kalo di rumah belum dibolehin, Pak”, ucap Raihan, salah satu siswa kelas 1, dengan wajah yang sumringah. Walaupun begitu, sebagian siswa yang belum pernah bermain kembang api sama sekali masih berusaha keras untuk memberanikan dirinya memainkan kembang api.
Beribadah dan bermain bersama sudah terlaksana dengan baik, selanjutnya para siswa diajak untuk membersihkan diri persiapan untuk tidur. Lalu, esok harinya pukul 03.00 WIB para siswa sudah dibangunkan untuk ibadah qiyamul lail dan dilanjutkan dengan sahur bersama. Tak lama berselang, adzan sholat Shubuh pun berkumandang dan diikuti oleh para siswa yang bersiap untuk melaksanakan sholat berjama’ah.
Setelah sholat Shubuh berjama’ah, para siswa diajak untuk muhasabah diri bersama Pak Nukman. “Pak Nukman tidak berharap antum menangis, tapi Pak Nukman hanya berharap antum merenungi tentang apa yang akan Pak Nukman sampaikan”, ucap Pak Nukman dalam pembukaan muhasabah diri. Dan alhamdulillah, Pak Nukman nampaknya sukses mengajak para siswa untuk merenungi kondisi yang ada sekarang dan yang akan terjadi nanti, juga tentang bagaimana mereka berbakti dan menghargai orangtua mereka. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya siswa yang menangis terisak-isak.
“Pak, ana kangen sama mama. Ana mau peluk mama, ana mau minta maaf sama mama.”, pinta Aisyah, salah satu siswi kelas 2B. Walau demikian, ada sebagian di antara mereka yang larut dalam tidur lelapnya.
Setelahnya, para siswa diajak untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah bersama para guru mereka. Setelah melaksanakan kerja bakti, berfoto bersama, dan merapikan kembali barang yang akan dibawa pulang ke rumah, para siswa melaksanakan sholat Dhuha berjama’ah dan do’a bersama sebelum pulang.
Alhamdulillah Misi Kebaikan tuntas terlaksana. Sekolah berharap semua insan yang beriman kepada Allah SWT dan melaksanakan ibadah serius di bulan suci Ramadhan, khususnya Para Juara SDIT Insantama Pangkalpinang, bergembira bersama untuk Panen Pahala di Bulan Penuh Berkah tersebut.
#MABIT
#Ramadhan
#1446H
#SekolahParaJuara
#BetterEducationForBetterLife
#SDITInsantamaPangkalpinang