Insantama Pangkalpinang

logo_ppdb2023SIT INSANTAMA
Daftar Sekarang
WhatsApp Image 2025-03-18 at 07.58.06 (1)
18
Mar
’25

Menyusuri Warisan Budaya Islam: “Petualangan Seru Siswa SDIT Insantama”

Ditulis oleh itpangkalpinang

Penulis: Na

Hari Rabu itu tepat tanggal 12 Februari 2025, alhamdulillah cuaca kala itu sangat cerah. Siswa siswi kelas 3 & 4 SDIT Insantama Pangkalpinang mengikuti kegiatan Visiting (kunjungan belajar) yang sudah dinantikan. Tujuan dari Visiting kali ini adalah untuk memperluas wawasan siswa mengenai sejarah budaya Islam di Kota Pangkalpinang. Beberapa lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan tersebut antara lain Kerkhoff (Makam Belanda), Masjid Jamik Pangkalpinang, Masjid Al-Mukarrom Tua Tunu, Perigi Pekasem Tua Tunu, dan Makam Akek Bandang Tua Tunu. Siswa tampak penuh semangat sejak pagi memenuhi halaman SDIT Insantama, bersiap menjelajahi tempat-tempat penuh sejarah tersebut.

Kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha di kelas masing-masing, dilanjutkan pengkondisian kelompok yang dipimpin oleh Pak Nofri yang bertugas sebagai pemandu acara. Para siswa siswi juga mengenakan syal beraneka warna yang ditujukan untuk menjadi pembeda antar kelompok. Pak Nofri pun mengingatkan adab-abad berkunjung ke makam atau kuburan, karena destinasi pertama dari para peserta visitng adalah Kerkhoff. Saat berada di Kerkhoff, siswa siswi kembali diingatkan, adab saat berada di pemakaman, kemudian Pak Dhonna selaku Kepala Sekolah memberikan penjelasan yang cukup mendetail mengenai sejarah pemakaman Belanda di kota Pangkalpinang ini yang berisi sekitar 100 makam dengan nisan betuliskan bahasa Indonesia, Jepang dan Belanda. Kemudian siswa siswi juga diberikan kesempatan untuk berkeliling, mencatat dan juga bertanya mengenai beberapa makam yang terdepat di kompleks pemakaman tersebut.

Setelah selesai dengan kegiatan di Kerkhoff, siswa siswi melanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Masjid Jamik yang merupakan salah satu masjid terbesar di Pangkalpinang, yang didirikan pada tanggal 18 Desember 1936 (3 Syawal 1355 H). Sebelum melanjutkan kegiatan, siswa siswi istirahat dan makan snack terlebih dahulu pada teras masjid, barulah mereka masuk dan mendapatkan sambutan hangat dari pengurus Masjid Jamik Pangkalpinang. Usai mendapat penjelasan dan tanya jawab, siswa siswi juga diajak berkeliling untuk melihat masjid Jamik dan sejarah-sejarahnya yang ada di sana.

Selain itu, ada tiga destinasi lain yang di kunjungi. Ketiga destinasi ini terletak di Kelurahan Tua Tunu Indah. Tempat pertama yang didatangi setelah tiba di kelurahan tersebut adalah Masjid Al-Mukarrom yang merupakan salah satu masjid tertua di pulau Bangka, masjid ini didirikan pada tahun 1928-an. Berdasarkan informasi dari pengurus masjid dan tokoh adat setempat, masjid tersebut digunakan untuk pelaksanaan ibadah Sholat Jumat pertama di kota Pangkalpinang. Meski sudah memiliki arsitektur yang lebih modern, namun siswa siswi tetap mendapat penjelasan tentang bagaimana proses masjid ini sejak awalnya sehingga siswa siswi mengetahui sejarah yang dimiliki Masjid Al -Mukarrom. Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah Sholat Dzuhur berjamaah dan kemudian makan siang bersama di teras masjid.

Saat berada di Masjid Al-Mukarrom juga siswa siswi mendapat penjelasan tentang Tudung Saji (Serumpun Sebalai) yang merupakan salah satu kerajinan khas dari Bangka Belitung, berbentuk seperti parabola dengan yang berfungsi sebagai penutup makanan di dalam dulang. Kemudian siswa siswi juga dikenalkan dengan jajanan khas Bangka yaitu Kelamai atau Lemet Ubi (dalam bahasa Bangka) yang merupakan makanan dengan bahan dasar singkong (atau biasa disebut ubi dalam Bahasa Bangka).

Usai mendapat penjelasan dan mencicipi Kelamai Ubi, barulah siswa siswi berangkat dengan berjalan kaki menuju ke Perigi (atau sumur) Pekasem yang merupakan tempat bersejarah di Pangkalpinang. “Perigi ini dijadikan tempat untuk membuang mayat dari orang yang dianggap mata-mata belanda” ucap Pak Riduan selaku Penangggung Jawab (PJ) kegiatan visiting. Pak Riduan menjelaskan pada siswa siswi dan siswa siswi diberikan waktu untuk melihat ke area sumur dengan pendampingan guru-guru secara bergantian (berkelompok). Kemudian siswa siswi melanjutkan untuk pergi ke destinasi terakhir sebelum pulang menggunakan mobil angkutan kota (angkot) yaitu makam Akek Bandang yang juga merupakan salah cagar budaya di Pangkalpinang. Pak Riduan selaku PJ juga menjelaskan tentang sejarah makam Akek Bandang.

Selesai dengan serangkaian acara, siswa siswi kembali pulang ke Kampus SIT Insantama Pangkalpinang dan melakukan presentasi berdasarkan catatan perjalanan mereka. Alhamdulillah semua siswa siswi peserta visiting merasa bersemangat hingga akhir kegiatan.

#SekolahParaJuara
#SDITInsantamaPangkalpinang
#BetteeEducationForBetterLife
#Visiting
#PPDB2025

Populer